liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
FIGC Tak Mau Buru-buru Bertindak dalam Skandal Keuangan Juventus


Jakarta

Juventus sedang diselidiki atas dugaan manipulasi keuangan. Ada panggilan untuk menghukum Juve, tetapi Asosiasi Sepak Bola Italia (FIGC) berhati-hati.

Juventus sedang diselidiki atas dugaan laporan keuangan yang ‘dipoles’. Salah satu masalahnya adalah membayar pemain melalui saluran tidak resmi.

Di awal pandemi, Juventus termasuk di antara mereka yang terpaksa mengurangi tagihan gaji mereka secara signifikan. Saat itu, klub terkena dampak penurunan pendapatan, dengan pertandingan diadakan secara tertutup.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Maka, ditengarai raksasa sepak bola asal Turin itu hanya menumbangkan perlunya pemotongan gaji agar laporan keuangannya aman. Sedangkan pemain masih menerima pembayaran melalui saluran tidak resmi lainnya, sehingga tidak tercatat.

Media Turin La Stampa bahkan mengklaim memiliki bukti percakapan antara pengacara Juve Cesare Gabasio dan Direktur Sepak Bola Federico Cherubini, terkait transaksi rahasia dengan Cristiano Ronaldo. Ronaldo pernah menjadi pemain Juve dengan gaji tertinggi 31 juta Euro setahun.

Operator Liga Spanyol, LaLiga, langsung menanggapi laporan kasus ini dengan ngotot menghukum Juventus. LaLiga telah vokal tentang menegakkan aturan keuangan dalam beberapa musim terakhir, termasuk menindak ‘klub baru’ seperti Manchester City dan Paris Saint-Germain.

Presiden FIGC Gabriele Gravina berharap semua pihak membiarkan aparat hukum bekerja terlebih dahulu, hingga hasilnya benar-benar terungkap.

“Saya tidak suka ide menghukum klub, dalam hal ini Juventus khususnya, sebelum persidangan. Ada investigasi, ada akuisisi tindakan, kantor kejaksaan kami siaga, tapi kami tidak tahu hasilnya. dan biarkan proses keadilan berjalan sesuai alurnya,” ujar Gravina dalam konferensi Calcio & Welfare di Naples, seperti dikutip dari Football Italia.

“Namun, ada hubungan antara dua cabang peradilan, kami menunggu apa yang akan terjadi di pengadilan dan kemudian kami merenungkan sistemnya, tetapi jangan menyalahkan dulu dan menghukum seseorang sebelum penyelidikan selesai,” katanya. dia menambahkan.

Juventus juga dikabarkan memiliki utang yang dirahasiakan sebesar 34 juta Euro, yang sedang didalami penyidik. Bianconeri terancam sanksi mulai dari denda, pengurangan poin, hingga kemungkinan degradasi jika terbukti bersalah.

Tonton Video “Penggemar Cristiano Ronaldo berhenti mengikuti MU di Instagram”
[Gambas:Video 20detik]
(Mentah)