liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
2 Kali Tersangka dan Ditahan, Eks Bupati Inhil Ajukan Praperadilan

Indragiri Bawah

Gugatan praperadilan mantan Bupati Indragiri Hilir (Inhil), Indra Mukhlis Adnan ditolak. Artinya status penetapan tersangka oleh kejaksaan adalah sah.

Kabid Intelijen Kejaksaan Negeri Indragiri Hilir, Haza Putra mengatakan, permohonan praperadilan Indra Mukhlis Adnan ditolak. Penolakan itu dibacakan hakim tunggal Pengadilan Negeri Tembilahan, Jonta Ginting.

“Permohonan gugatan praperadilan Indra Mukhlis Adnan ditolak. Gugatan itu ditolak dalam sidang Selasa (24/1) kemarin,” kata Haza Putra, Rabu (25/1/2023).

Haza mengatakan, ada beberapa alasan majelis menolak permohonan praperadilan Indra Mukhlis. Salah satunya karena perkara pokok sudah disidangkan di Pengadilan Negeri Tembilahan.

“Salah satu alasan pertimbangan hakim adalah dengan menggunakan putusan MK 66/2018 bahwa praperadilan diserahkan pada pokok perkara dan sidang pertama sudah dimulai dengan apapun agendanya,” ujarnya.

Sidang perkara pokok sendiri dimulai di Pengadilan Negeri Tembilahan pada Jumat (20/1). Dimana sidang dibuka dengan agenda sidang dakwaan terkait dugaan korupsi dalam kasus tersebut.

“Sidang utama digelar Jumat lalu. Jadi permohonan ditolak dan penetapan tersangka sah,” kata Haza Putra.

Terpisah, kuasa hukum Indra Mukhlis, Yudhia Sikumbang, mengaku saat ini tim sedang fokus pada kejahatan besar. Sebab, gugatan praperadilan itu digugurkan.

“Ditolak karena pidana pokoknya sudah diadili. Sekarang kita fokus ke pidana pokok,” kata Yudhia Sikumbang.

Sebelumnya, Indra Mukhlis ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik ​​Kejaksaan Negeri Indragiri Hilir pada 16 Juni 2022. Ia ditangkap dua pekan kemudian setelah penyidik ​​menyatakan kesehatannya pulih.

Usai ditangkap, Indra Mukhlis melawan dengan mengajukan gugatan praperadilan. Gugatan itu disetujui hakim tunggal Pengadilan Negeri Tembilahan Janner Christiadi pada 11 Juli lalu.

Setelah menghirup udara segar, tampaknya Kor Adhiyaksa menghidupkan kembali kasus tersebut. Indra Mukhlis kembali ditetapkan sebagai tersangka pada 27 Desember 2022.

Dugaan korupsi itu sendiri terjadi pada 2004, 2005, dan 2006. Saat tindak pidana itu terjadi, Indra Mukhlis masih menjabat sebagai Bupati Indragiri Hilir.

Penetapan tersangka oleh penyidik ​​setelah tim penyidik ​​melakukan gelar perkara. Dari hasil judul perkara, penyidik ​​menyimpulkan bahwa sulit mendapatkan dua alat bukti yang cukup.

Dalam status tersebut, Indra Mukhlis juga diduga melanggar Pasal 2 Ayat (1) jo Pasal 18 Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. Selain itu, ia juga dijerat Pasal 3 juncto Pasal 18 UU Tipikor dan Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Usai Tahap II dilakukan, Indra Mukhlis yang sempat menjadi napi kota langsung ditangkap. Indra Mukhlis ditangkap usai diperiksa selama 3 jam di Pengadilan Tinggi Riau, Kamis (5/1).

Simak Video “Hakim KPK Optimis Tolak Permohonan Praperadilan Gazalba Saleh”
[Gambas:Video 20detik]
(negara/dpw)